Extended Marketing Mix

Saat anda akan mendirikan usaha ataupun memasarkan produk yang telah anda produksi, tentunya harus di rencanakan dengan baik. Agar usaha yang anda lakukan bisa tepat sasaran dan tidak menyia - nyiakan sumber daya yang anda miliki.
Perencanaan yang baik salah satunya adalah dengan menggunakan pendekatan marketing mix.


Marketing Mix

Apa yang dimaksud dengan marketing mix dapat anda pahami dalam penjelasan berikut:

Konsep 7P

Konsep 7P dikembangkan untuk sektor jasa, tetapi kini sangat relevan untuk pengalaman pelanggan secara digital. Ini adalah fondasi taktis "Apa yang harus dilakukan".

1. PRODUCT (Produk)

Apa yang ditawarkan kepada pelanggan? Bisa berupa barang fisik, jasa, atau pengalaman digital.

Konteks Digital: Aplikasi, software (SaaS), e-book, kursus online, konten premium, bahkan sebuah website itu sendiri adalah produk.

Pertanyaan Kunci:

Fitur dan manfaat apa yang ditawarkan?

Bagaimana User Experience (UX) dan User Interface (UI)-nya?

Apakah ada elemen digital yang melengkapi produk fisik? (contoh: aplikasi loyalitas untuk restoran).

2. PRICE (Harga)

Berapa biaya yang harus dikeluarkan pelanggan? Ini bukan hanya tentang uang, tapi juga nilai yang dirasakan.

Konteks Digital: Harga menjadi sangat dinamis dan transparan.

Pertanyaan Kunci:

Apa strategi harganya? (Subscription, Freemium, Dynamic Pricing)

Bagaimana harga dibandingkan dengan pesaing di e-commerce?

Apakah ada diskon atau kode voucher yang ditawarkan?

3. PLACE (Tempat/Distribusi)

Di mana pelanggan dapat mengakses/membeli produk/jasa?

Konteks Digital: "Tempat" beralih ke saluran digital.

Pertanyaan Kunci:

Apakah dijual di website sendiri, marketplace (Shopee, Tokopedia), atau media sosial (TikTok Shop, Instagram Shops)?

Bagaimana proses pengiriman dan fulfillment-nya?

Apakah modelnya dropshipping atau memiliki gudang sendiri?

4. PROMOTION (Promosi)

Bagaimana cara memberitahu dan membujuk pelanggan?

Konteks Digital: Ini adalah inti dari Pemasaran Digital.

Pertanyaan Kunci:

Media sosial mana yang digunakan? (Instagram, TikTok, Facebook).

Apakah menggunakan iklan berbayar (Google Ads, Meta Ads)?

Apakah ada strategi Content Marketing dan Influencer Marketing?

5. PEOPLE (Orang)

Siapa saja yang terlibat dalam menciptakan dan menyampaikan pengalaman tersebut?

Konteks Digital: Tidak hanya karyawan, tapi juga user-generated content dan komunitas.

Pertanyaan Kunci:

Apakah customer service responsif di chat online?

Apakah ada komunitas brand (seperti grup Facebook atau Discord)?

Bagaimana peran influencer dan pelanggan dalam mempromosikan brand?

6. PROCESS (Proses)

Bagaimana alur/prosedur dalam menyampaikan produk/jasa kepada pelanggan?

Konteks Digital: Otomatisasi dan kemudahan adalah kunci.

Pertanyaan Kunci:

Bagaimana proses pembelian dari website? (User Journey).

Apakah proses checkout mudah dan aman?

Bagaimana proses penanganan komplain atau pengembalian dana?

7. PHYSICAL EVIDENCE (Bukti Fisik)

Apa saja bukti nyata yang menunjukkan kredibilitas dan kualitas brand?

Konteks Digital: Bukti fisik berubah menjadi bukti digital.

Pertanyaan Kunci:

Bagaimana desain dan tampilan website? Apakah terpercaya?

Apakah ada testimoni, review, dan rating di platform?

Bagaimana kualitas foto, video, dan konten visual lainnya?

B. 4W dan 2H (The Strategic Framework)

Jika 7P adalah "Apa" yang harus dilakukan, maka 4W dan 2H adalah kerangka strategis yang menjawab "Mengapa" dan "Bagaimana" merencanakannya. Ini adalah fondasi strategis sebelum terjun ke taktik 7P.

1. WHAT? (Apa?)

Apa yang ingin kita capai? Ini adalah tujuan spesifik dan terukur.

Contoh: Meningkatkan penjualan online sebesar 20% dalam 3 bulan, menambah 10.000 followers Instagram, atau meningkatkan tingkat konversi website menjadi 5%.

2. WHY? (Mengapa?)

Mengapa tujuan itu penting? Ini adalah alasan dan motivasi di balik tujuan.

Contoh: Mengapa kita perlu meningkatkan penjualan? Karena kita ingin menjadi market leader di kategori produk tertentu, atau untuk meningkatkan profit demi ekspansi bisnis. Why juga terkait dengan "Why should customer care?".

3. WHO? (Siapa?)

Siapa target audiens kita? Ini adalah definisi spesifik tentang calon pelanggan.

Konteks Digital: Kita membuat Buyer Persona.

Contoh: Perempuan, usia 18-25 tahun (Gen Z), mahasiswa, aktif di TikTok dan Instagram, senang dengan produk fashion yang affordable dan sustainable.

4. WHERE? (Di Mana?)

Di mana kita dapat menemukan dan berkomunikasi dengan target audiens? Ini tentang pemilihan saluran atau platform.

Contoh: Jika target audiensnya adalah Gen Z, maka fokusnya ada di TikTok dan Instagram Reels. Jika targetnya profesional, mungkin LinkedIn dan Google Search lebih efektif.

5. HOW? (Bagaimana?)

Bagaimana cara kita mencapainya? Di sinilah 7P Marketing Mix diterapkan. "How" adalah implementasi dari strategi.

Contoh: Bagaimana cara menjangkau mereka?

Product: Menawarkan produk fashion yang stylish dan eco-friendly.

Promotion: Membuat konten video pendek dan trendi di TikTok.

Place: Menjualnya melalui TikTok Shop dan website sendiri.

6. HOW MUCH? (Berapa Banyak?)

Berapa banyak sumber daya (anggaran, waktu, tenaga) yang akan dialokasikan? Ini adalah rencana anggaran dan pengukuran.

Contoh: Mengalokasikan anggaran Rp 5.000.000 untuk iklan di Instagram Ads, atau menargetkan 100 penjualan per minggu.

Integrasi 7P, 4W, dan 2H dalam Rencana Pemasaran Digital
Sebagai guru, Anda dapat mengajarkan siswa untuk menyusun rencana dengan logika berikut:

Tentukan STRATEGI dengan 4W+2H:


WHAT: Target kita adalah meningkatkan brand awareness.

WHY: Agar lebih dikenal sebelum meluncurkan produk baru.

WHO: Target audiens adalah remaja usia 15-19 tahun.

WHERE: Mereka berada di Instagram dan TikTok.

HOW: (Di sini 7P masuk) Kita akan...

Product: ...meluncurkan produk merchandise limited edition.

Promotion: ...mengadakan giveaway dan kolaborasi dengan micro-influencer di TikTok.

People & Process: ...customer service siap 24/7 via chat.

HOW MUCH: Anggaran untuk influencer sebesar Rp 2.000.000.

Dengan menjawab semua pertanyaan di atas maka anda telah membuat perencanaan untuk pemasaran produk anda baik itu barang maupun jasa.

Postingan populer dari blog ini

Produksi Massal

Perencanaan

Jenis-jenis Proses Produksi